|
Memilih Shared Hosting yang aman untuk Joomla |
|
| Written by Komang, on Senin, 26 Mei 2008 |
| Editor's rating |
 |
|
| Average user rating |
(2 votes) |
|
| Views |
654  |
|
Bagaikan rumah yang sudah dikunci dan memiliki pagar sebagai
pelindung, masih adanya peluang untuk pencuri. Begitupula dengan sistem keamanan
server untuk web hosting, yang rentan dengan para penyusup maupun pembobol
jaringan web server. Tidaklah mengherankan jika perusahaan web hosting
melengkapi servernya dengan berbagai fasilitas keamanan untuk memberikan
pelayanan yang maksimal terhadap konsumen / web design / webmaster untuk
menyimpan data vital mereka layaknya harta benda dalam rumah yang patut
mendapatkan perlindungan kusus. Selain dari hal tersebut fasilitas pengelolaan
domain, database, support layak diperhatikan.
Mengangkat masalah tersebut saya mencoba memberikan beberapa
tips bagaimana memilih jasa layanan web hosting yang lebih baik dan aman.
Pastikan sebelum anda memutuskan membeli jasa web hosting sebagai tempat
penyimpanan database website joomla anda agar tidak kecewa di kemudian hari.
-
Pastikan apakah webserver tersebut sudah dilengkapi
dengan Secure Socket Layer (SSL). Ini dapat dilihat dari https:// yang
digunakan. Jika tanpa https:// halaman web server tersebut tidaklah
secure. dan dapat juga dicoba Demo dari control panel mereka. Bila perlu
tanyakan juga apakah webhosting tersebut memberikan fasilitas Shared SSL,ini
baik untuk membangun web design dengan fasilitas pembayaran online ( dengan
shared ssl kita tidak perlu lagi membeli license SSL dan membeli IP Address
baru )
-
Pastikan Pengelolaan domain anda ada pada server web
hosting anda. Dimana anda bisa bebas untuk mengedit informasi untuk who is,
DNS, Code Transfer dan lain sebagainya. Jika ini tidak ada akan menyulitkan
anda di kemudian hari jika bermaksud untuk pindah hosting.
-
Ticket Support suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian
kusus dalam memilih layanan webhosting. Belakangan ini banyak jasa layanan
webhosting menggunakan "Forum" sebagai Customer Suppor mereka. ini tidak
sebaik dari "Support Ticket" yang biasanya ada pada web hosting tersebut.
Terkadang Online Chat pun tidak sebaik ticket support dimana kita sering
dijengkelkan dengan operator live chat yang ujung-ujungnya di lepar lagi
pada yang berkaitan bahkan kita diminta lagi untuk mengirim email
permasalahannya, ini tidak efisen.
-
Pastikan pada File Menager, apakah anda diberikan access
untuk CMOD file/folder. Banyak webhosting yang tidak memberikan access ini,
dimana harus menghubungi customer support dahulu untuk melakukan CMOD, ini
tidak efisien. Begitupun pada root folder apakah anda diberikan hak untuk
melakukan pengelolaan file "php.ini" dan tidak lupa pula apakah web hosting
tersebut dilengkapi dengan .htaccess generator.
-
Terakhir baca baik-baik halaman peraturannya (Term &
Condition serta Privacy) dari perusahaan tersebut.
Mudah-mudahan tips diatas dapat membantu para pemula dan dijadikan sebagai
panduan dalam memilih webhosting agar dikemudian hari tidak kecewa. Last update: Senin, 07 Juli 2008
Users' Comments (2)  |
|
|